PENGALAMAN NYATA IBU KOS TEMAN MENYIMPAN PENGLARIS DIKOSAN HIJAU GEJAYAN KAWAN SATU GENGS KULIAH DALAM GARASI
Cerita ini diawali dengan persahabatan gengs yang beranggotakan 5 orang yang terdiri dari Ella, Yoe,Agnes,Yulia dan Saya. Kami berasal dari daerah dan suku yang berbeda yakni Papua,Balikpapan,Solo,Ambon dan Batam. Pertama kali kenal mereka saat semester 2 yang kebetulan dikelas dan dalam mata kuliah yang sama dan kami duduk satu deretan bangku.Saat itu saya hanya diam dan melihat buku cetak, tidak berselang lama seseorang duduk sebelah saya bernama Agnes menyapa terlebih dahulu menanyakan nama saya dan asalnya lalu saya menjawab singkat dan diam kembali. Mereka bertanya apakah saya ada teman yang ditunggu dan saya menjawab tidak punya teman dikampus karena hanya kuliah dan kembali ke kosan. Mereka minta nomer HP saya yang mana kala itu hanya punya Nokia jadul dan ketika mata kuliah dimulai tetiba saya melihat ke arah dosen tapi suaranya hening tidak terdengar lalu ketika saya menoleh ke seluruh kelas semua diam terpaku termasuk teman-teman dan bertanya dalam hati apakah mereka tidak mendengar suara dosennya. Sejenak saya terhentak kaget karena teman saya memukul pundak saya dan bilang kalau dosen menyebut nama saya dan minta menjawab pertanyaannya tapi saya tidak menjawab cuma diam kaku, saya berkata kepada Agnes bahwa saya tidak dengar apapun seperti hening. Kemudian teman saya berkata bahwa saya melamun dan pasti bukan didunia nyata,Yoe kawan saya menegur agar tidak melamun dan tidak kerasukan lalu saya tertunduk malu.
Setelah mata kuliahnya selesai mereka mengajak saya makan siang bersama dan mampir ke kosan mereka yaitu Ella dan Yoe yang mana mereka satu kosan tetapi Agnes diasrama katolik dekat daerah UGM pinggiran lampu merah. Sepanjang jalan kami tertawa kocak karena banyak macam kami jadikan lucuan, saya akhirnya bisa berbaur karena mereka terlihat ramah sekali. Setibanya di kos mereka saya merasakan aura yang tidak enak didaerah garasi, teman-teman memanggil nama saya meminta masuk dan langsung masuk walau perasaan saya tidak enak. Sewaktu menaiki tangga jelas sekali mendengar suara wanita menangis sangat dekat dan aroma melati menyengat dihidung saya tetapi saya berusaha tenang padahal dalam hati saya takut karena situasi ini sama seperti di asrama dan dikosan saya. Mereka meminta saya duduk diruang tamu sambil nonton televisi agar bisa pesan makan dikantin bawah kosan Yoe dan Ella. Tidak tahu kenapa saya sangat tidak nyaman sekali seakan-akan ada yang melihat saya terutama di kamar Yoe dan Ella dan Cilcil teman kos mereka yang saat itu kami berkenalan karena dia sedang makan siang. Saya berjalan ke arah balkon dan melihat kebawah lalu bertanya kenapa kosan ini seperti tusuk sate tetapi teman-teman tidak ada yang menjawab karena mereka sibuk menyiapkan peralatan makan.
Makanan pun telah diantar oleh ibu kosan dan ntah kenapa ibu itu seperti tidak menyukai saya karena mata saya selalu melihat disekitar kamar teman-teman. Singkat cerita kami selesai makan lanjut masuk ke kamar Yoe yang kebetulan saat itu dikamarnya ada komputer dan kami menonton film india kala itu lagi laris manis sambil mengemil camilan ringan. Saat saya minta ijin ke kamar mandi yang memang posisinya dalam kamar merasakan ada yang tidak beres dengan kamar Yoe dan benar saja sewaktu keluar kamar mandi saya terkaget melihat seorang anak kecil dibawah kolong kasur Yoe dan seketika itu saya kaget dan berlari dengan nada teriak kecil keatas kasur lalu mereka heran bertanya ada apa dengan saya. Saya menjawab spontan ada anak kecil dibawah kasur dan mereka turun dari kasur melihat kebawah tapi tidak ada apa-apa. Mereka berkata saya berhalusinasi padahal jelas sekali itu saya lihat. Sore pun tiba saya minta ijin pulang tetapi Yoe menahan saya dan minta agar saya menginap karena dia jadi kepikiran dengan perkataan saya dan saya pun awalnya menolak karena tidak nyaman sekali tetapi setelah dibujuk akhirnya saya setuju.
Malam pun tiba saya dan Yoe pergi mencari makan berdua saja karena Ela sudah pergi dulu dengan pacarnya. Kami mencari makan tidak jauh dari kosan dan selama makan saya tidak mau ceritakan apapun mengenai apa yang saya dengar ditangga dan aroma melati yang menyengat hidung saya agar Yoe tidak semakin takut. Setelah selesai makan kami beranjak pulang dan tiba dikosan langsung masuk kamar dan mencoba bersih diri lanjut sesi curhatan Yoe dengan cowoknya dan waktu berjalan cepat sekali kami berdua mengantuk. Saat hendak tidur saya dan Yoe memakai selimut tetapi tengah malam saya merasakan selimut ditarik dari bawah kaki dan seketika saya tarik kembali dengan mengabaikannya walau dalam hati saya berdoa sambil bulu kuduk merinding dan suhu kamar panas sekali padahal dikamar Yoe pake AC. Saya mencoba mengganti posisi tidur sambil mendorong Yoe agar dia terbangun tapi ternyata dia tidak bangun sama sekali alhasil sepanjang malam saya mendengar anak kecil tertawa dan mendengar ketukan pintu tetapo saya tidak menjawab karena situasi ini tidak membuat kaget lagi dan sama persis kayak di asrama dan kosan saya suka mengganggu. Saya tidak mengerti kenapa Sodara,adek saya,dan teman-teman tidak ada yang mendengar atau tidak sadar bahwa dikosan ini semua kamar ada penghuninya.
Esok hari pun tiba, saya bangun kesiangan karena tidak ada jadwal kuliah pagi dan segera mandi sementara Yoe didepan komputer menonton film kesukaannya. Saya menghampiri Yoe dan berkata apakah dia tidak mendengar apapun atau merasakan apapun lalu ia menjawah tidur lelap dan saya langsung mengangguk seolah memahami bahwa tidak perlu bercerita daripada menginap satu malam lagi. Ada suara gagang pintu yang berasal dari kamar Ella dan dia menyapa kami berdua dan saya mencoba menghampiri kamarnya dan melihat ada yang tidak beres dengan situasi kamar mereka. Teman saya Ella mengatakan bahwa dia pernah diganggu sewaktu tidur ditindih dan saya kaget mendengar ceritanya lalu beranjak keluar kamarnya agar tidak berlanjut dia menjelaskan. Ketika keluar kamar Ella, ada teman sebelah kamarnya menyapa saya memperkenalkan dirinya bernama Yulia dari Ambon dan saat menyambutnya dengan senyum. Setelah itu saya kembali ke kamar Yoe dan kami pergi beli sarapan bertiga yang jaraknya tidak jauh dari kos. Siangnya saya ijin pulang sama teman saya Yoe dan Ella dan setibanya dikosan ternyata adik dan sodara saya lagi bermain didalam kamar bersama teman-teman mereka gereja. Saya masuk ke kamar dan berdoa membaca alkitab karena di kamar Yoe saya tidak bisa melakukannya karena dia muslim.
Malam pun tiba saya dan adik serta sodara makan malam di lesehan depan kosan sambil bercerita apa yang saya alami dikamar kos Yoe dan mereka kaget dan berkata agar tidak usah lagi kesana karena gampang dirasuki seperti yang dikatakan pastor saya punya aroma tubuh yang disukai makhluk lain. Tetapi saya tidak percaya akan hal itu dan pergi lagi esoknya ke kos Yoe sehabis pulang kuliah dan kali ini berbeda sekali karena seperti biasa saya diminta menginap kembali oleh teman saya Yoe agar dia tidak kesepian. Saya Yoe Yulia Ela dan Cilcil makan malam depan televisi dan lembur saling bersenda gurau dan larut malam pun tiba kami kumpul di kamar Ella sambil cerita lucu yang tidak habisnya. Seketika saya terdiam berhenti ketawa karena mendengar dekat sekali disamping Ella duduk dikasur seorang wanita tertawa dan Saya meminta teman-teman diam karena sudah larut malam. Tetapi Ella berkata tidak apa-apa tidak takut dan saya tetap saja menyuruhnya diam lalu mengatakan ada yang tertawa disampingmu karena dekat sekali. Selang berapa menit teman saya Ela kerasukan dan saya panik karena dia ketawanya beda sekali, lalu saya minta Yoe panggil ibu kos dan saya baca doa dengan membawa minuman tetapi tetap saja tidak ampuh.
Terdengar suara kaki ibu kos dan anak-anak kos lantai bawah berlarian keatas sembari mengomel karena larut malam kami masih belum tidur. Saya berdiri dekat pintu dan ibu kos minta orang pintar datang ke bapak kos, tidak tahu kenapa ibu kos teman saya tidak menyukai saya dari awal dan berkata kenapa saya masih menginap lalu Yoe menjawab jika dia yang meminta saya untuk menginap. Tidak tahu kenapa saya bersuara dengan lantang kalau dikos ini banyak penghuninya dan posisinya tusuk sate dan kamar Yoe dan Cilcil adalah terminal nya, Ibu kos marah pada saya agar tidak mengarang cerita. Kegaduhan pun terjadi antara saya dan ibu kos mereka, saya berkata sejak pertama kali datang ke kosan ini saya sudah mendengar suara perempuan menangis, anak kecil dibawah kasur Yoe dan makhluk lain ntah siapa menarik selimut saya serta auranya tidak nyaman sekali. Sekali lagi ibu kos meminta saya keluar dari kosan dan saya menyetujuinya karena saya memang bawa motor. Beberapa hari kemudian saya bertemu teman-teman Yoe, Agnes,Yulia dan Ella dikampus dan mereka menarik tangan saya mengatakan bahwa mereka sudah pindah kos semuanya anak atas. Ternyata ibu kos menyimpan kantung berisikan tanah dibawah lantai garasi karena mereka memanggil orang pintar lain diam-diam untuk mengecek kosannya apakah persis yang saya katakan atau tidak dan ternyata apa yang saya katakan benar. Orang pintar yang dipanggil teman-teman mengatakan kantung itu adalah penglaris agar siapapun yang lewat melihat kosan itu langsung tertarik untuk ngekos dan saya pun lega. Sejak awal saya mau masuk kos melewati pagar perasaan itu sudah tidak baik adanya dan hati saya tidak pernah bohong karena sangat jelas sekali mendengar,melihat dan mencium kehadiran mereka dikosan teman saya kos Hijau.


Komentar
Posting Komentar